Nusantara Festival

Nusantara Festival

The Meaning of Nusantara Nusantara is a contemporary Malay-Indonesian term for the Indonesian archipelago. It is originated in Old Javanese and literally means “archipelago“. Nusantara is synonymous with Indonesian archipelago or the national More »

PPIT Wuhan Trip Ski Bareng

PPIT Wuhan Trip Ski Bareng

  Beberapa hari lalu PPIT Wuhan mengadakan Open Trip mian Ski bersama. Ini adalah promgam pertama PPIT Wuhan mengadakan jalan jalan dan travelling. memang tidak lengkap jika musim dingin tidak bermain ski, inisiatif ini More »

Tari Sintren diminta tampil dalam acara New Year Party tingkat Universitas

Tari Sintren diminta tampil dalam acara New Year Party tingkat Universitas

Selasa 19 Desember, kemarin tim tari Sintren bersasil menyuguhkan penampilan yang luar biasa memukau penonton yang hadir dalam acara New Year Party di Huazhong Agricultural University yang di adakah oleh International Collage. More »

Indonesia Dance Performances

Indonesia Dance Performances

Indonesia dance performances December. New Year is coming. Tahun baru dirayakan oleh setiap elemen masyarakat China dengan sang at meriah, termasuk juga univesitas di kota Wuhan. Mereka menggelar acara unjuk banal dengan More »

 

culture festival di Central china Normal University

Pada malam culture festival di Central china Normal University menapilkan beberapa ragam tarian dari berbagai negara.  Indonesia pun tak kalah untuk menapilkan tarian expresi yang memperlihatkan kekayaan budaya Nusantara costumnya. Dari adat jawa, sunda padang Aceh. Namun yang menjadi ikon expresi ini adalah pakaian lelaki Aceh dan kebaya wanita.

Seperti yang kita ketahui Aceh memliki satu budaya dalam adat yang bernafaskan budaya Islam misalnya dapat kita temukan pada gaya berpakaiannya. Pakaian adat Aceh baik untuk pria maupun wanitanya merupakan akulturasi budaya Aceh dan budaya Islam sehingga sangat unik dan sayang untuk dilewatkan.

 

Pada tarian expresi ini yang diperankan oleh ketua PPIT Wuhan 2017 memakai pakaian Adat Aceh Pakaian adat Aceh untuk pria disebut Linto Baro. Biasanya pakaian Adat Aceh untuk Pengantin Laki-laki Linto Baro dahulunya merupakan pakaian adat yang dikenakan oleh pria dewasa saat menghadiri upacara adat atau upacara kepemerintahan. Pakaian ini diperkirakan mulai ada sejak zaman kerajaan Perlak dan Samudra Pasai. Baju Linto Baro sendiri terdiri atas baju atasan yang disebut

  1. Baju Meukasah

Baju meukeusah adalah baju yang terbuat dari tenunan kain sutra yang biasanya memiliki warna dasar hitam. Warna hitam dalam kepercayaan adat Aceh disebut sebagai perlambang kebesaran. Oleh karena itulah tak jarang baju Meukeusah ini dianggap sebagai baju kebesaran adat Aceh. Pada baju meukeusah kita dapat menemukan sulaman benang emas yang mirip seperti kerah baju China. Kerah dengan bentuk tersebut diperkirakan karena adanya asimilasi budaya aceh dengan budaya China yang dibawa oleh para pelaut dan pedagang China di masa silam.

  1. Celana panjang yang disebut siluweu

Sileuweu Sama seperti baju, celana panjang yang dikenakan pada pakaian adat Aceh untuk laki-laki juga berwarna hitam. Akan tetapi, celana atau dalam Bahasa Aceh disebt Sileuweu ini dibuat dari bahan kain katun. Beberapa sumber menyebut nama celana ini adalah Celana Cekak Musang. Celana khas dari adat Melayu. Sebagai penambah kewibawaan, celana cekak musang dilengkapi dengan penggunaan sarung dari kain songket berbahan sutra.

  1. Kain sarung bernama ijo krong

Kain sarung yang bernama Ija Lamgugap, Ija krong, atau ija sangket  tersebut diikatkan ke pinggang dengan panjang sebatas lutut atau 10 cm di atas lutut.

  1. Sebilah siwah atau rencong yang menjadi senjata tradisional khas Aceh

Senjata Tradisional Sama seperti kebanyakan pakaian adat dari daerah lainnya, pakaian adat Aceh juga dilengkapi dengan penggunaann senjata tradisional sebagai pelengkap. Senjata tradisional Aceh atau Rencong umumnya diselipkan pada lipatan sarung di bagian pinggang dengan bagian gagang atau kepala menonjol keluar

  1. Tutup kepala bernama Meukeutop.

Tutup Kepala Pengaruh budaya Islam dalam adat Aceh juga terasa dengan adanya kopiah sebagai penutup kepala pelengkap pakaian adat Aceh. Kopiah ini bernama Meukeutop. Meukotop adalah kopiah lonjong ke atas yang dilengkapi dengan lilitan Tangkulok, sebuah lilitan dari tenunan sutra berhias bintang persegi 8 dari bahan emas atau kuningan. Anda bisa melihat bagaimana bentuk Meukotop pada gambar di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *